SIKAP UMAT KATOLIK MEMENUHI UNDANGAN ACARA NATALAN

herrissa's picture

PENCERAHAN : BAGAIMANA SIKAP UMAT KATOLIK MEMENUHI UNDANGAN ACARA NATALAN SEBELUM TANGGAL 25 DESEMBER?

oleh

SEPUTAR LITURGI DAN PERAYAAN EKARISTI GEREJA KATOLIK INDONESIA

(www.facebook.com)

Seorang umat bertanya "Tiap menjelang natal, saya sering diundang teman saya yang kristen non Katholik untuk merayakan natal, tapi sering perayaannya jauh sebelum tanggal 25Desember. Bagaimana kita menyikapi hal ini sebagai orang Katholik, karena setahu saya kita baru merayakan natal pada tanggal 25 Desember?? Mau menolak tapi susah member...i jawabnya he he.."

0
Your rating: None

Comments

herrissa's picture

PENCERAHAN dari Pastor Christianus Hendrik

Dear friends,

 

Dalam hal2 semacam ini ada yang disebut sebagai "kebijakan hidup" - tidak selalu tertulis sebagai aturan, tapi kiranya kita punya "rasa" dalam hidup bermasyarakat.Beragama itu bukannya membuat kita terasing dan menjadi sulit dalam hidup bermasyarakat, tapi justru seharusnya mempermudah dan menjembatani hubungan kita dengan yang lain.

 

namun harusnya sebagai orang Katholik, identitas kita harus jelas dulu pertama2; dipahami sepenuhnya mana yang menjadi milik kita, ciri khas kita dan dasar2 iman kita; baru kemudian kita tahu harus bagaimana mensiasati kehidupan bermasyarakat atas dasar iman kita.

 

Waktu saya tugas di paroki, sering juga diundang untuk natalan oekumene dari teman2 gereja lain. Prinsipnya saya menjelaskan: bahwa sebelum tanggal 25 Des, saya sebagai orang Katholik punya program pengembangan iman saya bersama umat dengan apa yang kami sebut masa Advent. Ini masa2 penting bagi kami secara rohani, spiritual dan bahkan fisik mempersiapkan diri secara matang agar sungguh layak menerima Dia yang akan datang pada saat natal dan juga yang akan datang dalam hidup saya. Tidak ada yang lebih penting dari upaya menjadikan diri saya sepantasnya bagi Dia yang mau datang untuk diri saya.

 

Maka kemudian saya katakan: "Kalau kamu mau mengerti saya dan menghormati saya, kamu tahu bahwa seharusnya saya tidak akan datang untuk perayaan yang belum waktunya bagi saya. Tetapi kalo kamu sulit mengerti saya, ya tidak apa2, saya akan datang hanya karena saya menghormati kamu yang mengundang saya, tidak lebih dari itu" Pertimbangan itupun bagi saya harus dipertegas dengan situasi yang saya hadapi. Kalo undangan itu menempatkan saya sebagai tamu yang vital, mempengaruhi suasana, atau terlibat dalam salah satu acara untuk memeriahkan, atau harus berbicara di depan publik...ya sebagai cara menghormati mereka ya saya datang saja. Tapi kalo undangan itu sifatnya sekedar undangan sebagai tamu biasa, tanpa peran apa2, ya biasanya saya jelaskan seperti di atas dan setelah itu tidak perlu datang.So, saya kira anda masing2 yang paling tahu situasinya dapat secara bijaksana menentukan sendiri perlu datang atau tidak. Yang penting kita tahu yang seharusnya, lalu tahu juga yang sebaiknya.

 

Salam hangat,P.Christianus Hendrik SCJ - South Dakota - USA

www.facebook.com : SEPUTAR LITURGI DAN PERAYAAN EKARISTI GEREJA KATOLIK INDONESIA

 

 

comment/posting pls mailto : parokiku@gmail com


Retret Koord PDPKK se KAJ 11-12 feb 2017 (courtesy:fb. rafaela ab.)

 

MOHON DOANYA BAGI KAMI, SEMOGA KAMI TETAP SETIA....DALAM TUGAS DAN PANGGILAN DAN SEMOGA BANYAK GENERASI MUDA TERPANGGIL UNTUK BEKERJA DI LADANG TUHAN.TERIMA KASIH UNTUK DOANYA N HORASSSSS
pk

pk

 

 

 
ViaViente

Minuman kesehatan untuk
mengatasi penyakit degeneratif
seperti stroke, diabetes,
asam urat, jantung dll.


usahamandiri.viaviente.com

 

 ------------------------------------------------ pk