Pengkhianat

Aurelius's picture

Saat menjelang Paskah salah satu tokoh yang sering disebut adalah Yudas Iskariot. Dialah orang yang tega menyerahkan gurunya kepada para musuh, sehingga Yesus dihukum mati melalui pengadilan yang tidak seimbang. Kebencian pada Yudas Iskariot bukan hanya pada jaman ini saja, tetapi sejak Gereja awali rasa benci itu sudah ada “akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.” (Mat 26:24). Perkataan ini sangat keras dan mengungkapkan kemarahan yang sangat besar atau semacam ungkapan kebencian. Apakah Yesus sungguh mengatakannya? Dalam Injil memang perkataan itu keluar dari mulut Yesus, namun Injil bukanlah melulu rekaman apa yang dikatakan Yesus melainkan sebuah refleksi para murid akan apa yang dikatakan dan dilakukan oleh Yesus. Dengan demikian apa yang tertulis dalam Injil sebagai sabda Yesus bisa saja merupakan refleksi para murid dalam menanggapi situasi saat itu.

 

Kebencian pada Yudas yang dianggap sebagai penghianat terus berkembang sampai jaman ini. Banyak orang mengutuki Yudas yang tega menjual gurunya. Orang tidak peduli motivasi atau latar belakang pilihan Yudas untuk menyerahkan gurunya. Orang hanya memusatkan perhatian bahwa Yudas sudah menjual gurunya. Sebetulnya Yudas telah diadili oleh orang sepanjang jaman secara tidak adil, sebab dia tidak pernah didengarkan pembelaannya. Memang dia tidak mampu membela diri sebab mati bunuh diri karena tidak tega melihat gurunya disiksa dan dia menyesali keputusannya itu.

 

Sepanjang sejarah manusia penghianatan bukanlah hal baru. Banyak raja, tokoh dan penguasa yang hancur karena pengkhianatan orang-orang terdekatnya. Dalam Kitab Suci ada Samson yang dikhianati oleh Delilah. Dalam sejarah dunia banyak tokoh terbunuh akibat pengkhianatan orang-orang terdekatnya dengan berbagai alasan. Para pengkhianat itu adalah orang-orang terdekat, “bahkan sahabat karibku yang kupercayai, yang makan rotiku, telah mengangkat tumitnya terhadap aku.” (Mzm 41:10) keluhan pemazmur yang menggambarkan kepedihan hatinya.

 

Para pengkhianat akan terus bermunculan di dunia ini. Bisa jadi dia adalah sahabat, suami, istri, anak, orang tua, rekan kerja atau orang dekat kita lainnya. Bahkan mungkin diri kita sendiri adalah seorang yang tega menjual teman demi jabatan, materi, kenyamanan dan sebagainya. Namun kita dengan mudah mengingkarinya dan mungkin malah menunjuk kesalahan orang lain. Ketika perjamuan makan malam terakhir Yesus menyatakan bahwa salah satu dari para murid adalah pengkhianat. Semua terkejut. Yudas pun berkatan “Bukan aku ya Rabi.” (Mat 26:25).

 

Yudas Iskariot adalah kurban dari ambisinya yang ingin memaksa Yesus untuk menunjukkan kemesiasanNya. Dia ingin menjadi pencetus terealisasinya ramalan bangsa Yahudi bahwa Mesias akan muncul di Yerusalem pada hari Paskah Yahudi. Dia memang pengkhianat, namun dibalik semua itu ada tujuan besar yaitu memaksa Yesus menunjukkan kemesiasanNya saat itu atau tidak sama sekali. Pengkhianatan Yudas Iskariot bukanlah untuk kepentingan dirinya pribadi tapi karena terdorong rasa penasaran akan siapakah Yesus sebenarnya. Apakah Dia Mesias yang ditunggu dan akan mengawali perjuangan membebaskan bangsa Yahudi dari penjajahan Romawi dan membangun kembali kekuasaan yang pernah dimiliki oleh Daud atau bukan. Bagaimana dengan kita? Apakah pengkhianatan kita berdasarkan alasan yang lebih bagus daripada alasan Yudas Iskariot? Bila tidak mengapa kita membenci dan menghujat Yudas Iskariot? Atau kita pun sama pengecutnya seperti Yudas dengan  mengatakan “bukan aku ya yang berkhianat.”

 

salam

rm gani

 

www.temanminumkopi.blogspot.com

 

3
Your rating: None Average: 3 (2 votes)

Comments

Judas

Tanpa Yudas, Yesus tidak akan disalib dan tidak akan pernah menebus dosa manusia..

From News

From News BBC. קידום אתרים


------------------------------------------------


Catholic Church of St. William the Hermit, Cathedral of Diocese of Laoag, Philippines
(FB : catholic church)

------------------------------------------------

Catholic Church of Our Lady Queen of the World, Sungai Durian, Diocese of Sintang, West Borneo
(FB : catholic church)

------------------------------------------------

Acara soft launching Katedral Pontianak yang menurut jadwal akan dilakukan pada hari Jumat tanggal 12 Desember 2014 diputuskan ditunda


 Mgr Subianto tahbiskan gereja tujuh gunungan atap yang pernah bermasalah. Karena rahmat Kristus, cinta kasih Allah, berkat karunia Roh Kudus, dan bantuan umat beriman di tempat lain, umat beriman Cikampek membangun gereja, bagaikan di padang gurun.
(courtesy :  " penakatolik com")

------------------------------------------------