Pedoman Paroki KAJ - Kolekte Harus Dilaporkan Transparan

herrissa's picture

Pedoman Paroki KAJ 2010: Kolekte Harus Dilaporkan Transparan

Misa di Paroki Kristus Salvator, Petamburan, Jakarta Barat dipersembahkan oleh Pastor Kaitanus Saleky CICM. Gereja dipenuhi umat, terdiri dari anak-anak sampai orang tua.

 
Saat persembahan, dijalankan kantong kolekte. Para petugas kolekte dengan mengenakan baju bersih memberikan kantong kolekte kepada umat. Kantong warna hitam diedarkan sebelum Liturgi Ekaristi. Kolekte pertama ini dimaksudkan untuk membantu anak-anak miskin, tak mampu, dan lain-lain. Kantong kolekte kedua, berwarna merah, diedarkan setelah Komuni. Kolekte kedua dipergunakan untuk membiayai berbagai kegiatan paroki, perbaikan gedung, kebutuhan liturgi, dan lain-lain. Hal ini diumumkan sebelum kantong diedarkan.

Ada berbagai macam sikap dan raut wajah yang sangat sulit diartikan. Beberapa orang mengeluarkan uang dari dompetnya dan memberikannya kepada anaknya yang masih kecil untuk memasukkan uang ke dalam kantong kolekte. Ada orang tua dan muda mengeluarkan uang dari dompetnya dan memasukkan ke dalam kantong kolekte, dan ada pula sebagian orang yang mencari-cari uang di dalam dompet atau di dalam tasnya, namun tidak menemukan uangnya.

Uang yang dikeluarkan bermacam-macam. Sebagian mengeluarkan Rp 50 ribu, bahkan Rp 100 ribu. Ada yang mengeluarkan uang receh, seribu, lima ribu sampai sepuluh ribu rupiah. Setelah kolekte pertama selesai, kantong kolekte diletakkan di depan altar. Demikian juga kolekte kedua.

Selesai Misa, petugas kolekte mengambil kantong-kantong kolekte untuk dibawa ke tempat penghitungan uang kolekte. Penghitungan dilakukan petugas yang ditugaskan paroki berdasarkan wilayah. Selesai penghitungan, uang diberikan kepada Dewan Paroki.

Kekayaan Gereja

Kolekte merupakan salah satu kekayaan Gereja, yang menurut buku Pedoman Keuangan Paroki Keuskupan Agung Jakarta (PKP-KAJ) 2010 (penyempurnaan edisi 2008) dan Pedoman Dasar Dewan Paroki (PDDP) dan Perubahan Anggaran Dasar Pengurus Gereja & Dana Papa (PGDP) 2008, harus dilaporkan secara transparan. Pasal 13 ayat 2 (Pembukuan) PGDP 2008 menyebutkan, pengurus wajib membuat Laporan Keuangan Triwulanan dan diserahkan ke Ekonomat KAJ selambat-lambatnya dua bulan berikutnya.

Dalam Kebijakan Keuangan Paroki disebutkan Dewan Paroki/Pengurus Gereja dan Dewan Paroki (DP/PGDP) perlu merumuskan pengaturan keuangan yang lebih rinci dan dituangkan dalam Kebijakan Keuangan Paroki (termasuk sistem dan prosedur keuangan maupun sistem dan prosedur akuntansi di dalamnya). Kebijakan Keuangan Paroki tidak boleh bertentangan dengan hal-hal yang terdapat dalam Buku V Kitab Hukum Gereja (1983), Statuta Keuskupan Regio Jawa (1995), Anggaran Dasar PGDP di KAJ (2008) dan Pedoman Dasar Dewan Paroki di KAJ (2008) serta perubahannya.

Buku ini, menurut keuskupan, sudah dibagikan sejak diterbitkan (2008). Dalam buku kedua, hal rapat pengurus pasal 11 ayat 1 disebutkan: “Hal-hal yang berkaitan dengan pengurusan harta benda dan kekayaan Badan Gereja, terutama – tetapi tidak terbatas – pada hal-hal yang disebut dalam pasal 9 ayat 1 (huruf a) sampai dengan (o) di atas, harus dibahas dalam Rapat Pengurus Badan Gereja. Dan, Rapat Pengurus Badan Gereja diadakan paling sedikit sebulan sekali atau setiap waktu jika dianggap perlu oleh Ketua Umum … (ayat 2). Ayat 3: “Setiap keputusan diambil dengan musyawarah untuk mufakat. Jika musyawarah tersebut tidak mencapai mufakat, maka keputusan diambil dengan sah jika disetujui oleh lebih dari 1/2 jumlah yang hadir atau diwakili.”

Seharusnya transparan

Kolekte di Paroki St Yohanes Penginjil Blok B setiap minggu terdiri dari dua kotak yang diedarkan kepada umat. Di kotak pertama tertulis untuk Paroki dan KAJ, sementara kotak yang kedua tertulis untuk pembangunan paroki baru. Tulisan tertera di atas kotak.

Di benak Aris Suseno (34), seorang umat paroki tersebut, kolekte adalah persembahan dalam rupa uang yang akan digunakan untuk membiayai operasional paroki, iuran ke Keuskupan dan dana sosial (SSP). “Seharusnya memang kolekte itu untuk kepentingan Gereja secara umum, operasional paroki dan untuk membantu umat yang memerlukan atau sebagai dana sosial. Karena itu, wajib dilaporkan secara transparan ke umat, agar umat tidak merasa sia-sia (memberikan kolekte). Karena uang yang mereka persembahkan memang dipergunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan Gereja dan sesama. Dengan demikian umat akan lebih antusias dan ikhlas dalam kolekte. Umat tahu uang yang mereka persembahkan berguna untuk Gereja dan menolong orang banyak.”

Ia berharap, tata kelola keuangan di Paroki Blok B bisa lebih transparan dan akuntabilitasnya lebih baik. Artinya, tertib administrasi, bisa dipertanggungjawabkan, dan sungguh untuk kepentingan Gereja, paroki, dan umat.

Sebagai sebuah badan publik, paroki memang harus bersifat transparan dalam pengelolaan keuangannya, termasuk penggunaan kolekte yang diperoleh dari umat. Untuk itu, diperlukan sikap terbuka, baik dari pihak dewan paroki maupun umat untuk mempertanggungjawabkan uang ini. Semoga dengan sikap terbuka ini, tidak ada lagi “tikus-tikus” yang menggunakan uang umat ini demi keuntungannya sendiri dan tidak ada lagi imam yang menganggap bahwa jika sudah memberikan kolekte, umat tidak lagi berhak mempertanyakan untuk apa kolekte itu digunakan.

Sylvia Marsidi,
Laporan: A. Sudarmanto, M. Krismi E.
HidupKatolik - www.hidupkatolik.com/

 

1
Your rating: None Average: 1 (2 votes)


------------------------------------------------


Catholic Church of St. William the Hermit, Cathedral of Diocese of Laoag, Philippines
(FB : catholic church)

------------------------------------------------

Catholic Church of Our Lady Queen of the World, Sungai Durian, Diocese of Sintang, West Borneo
(FB : catholic church)

------------------------------------------------

Acara soft launching Katedral Pontianak yang menurut jadwal akan dilakukan pada hari Jumat tanggal 12 Desember 2014 diputuskan ditunda


 Mgr Subianto tahbiskan gereja tujuh gunungan atap yang pernah bermasalah. Karena rahmat Kristus, cinta kasih Allah, berkat karunia Roh Kudus, dan bantuan umat beriman di tempat lain, umat beriman Cikampek membangun gereja, bagaikan di padang gurun.
(courtesy :  " penakatolik com")

------------------------------------------------