HARGA SEBUAH PENGAMPUNAN

HARGA SEBUAH PENGAMPUNAN

Renungan ini agak sedikit berbeda gaya dengan renungan yang biasanya hadir di hamparan fb anda. Ini bukan melukiskan suatu kisah atau pengalaman hidup tetapi lebih sebuah permenungan yang sifatnya lebih relektif.

Saya tantang anda untuk merenungkan pertanyaan di atas harga sebuah pengampunan.

Mudah-mudahan ini bisa sedikit menjawab pertanyaan saudara-I terkasih berkaitan dengan pengalaman memaafkan dan mengampuni yang memang tidak semudah mengatakannya dan tidak segampang membalik tangan.

Kalau anda dan saya mengatakan sulit mengampuni itu adalah fakta yang memang harus diterima. Lebih baik memang mengatakan sejujurnya pengalaman jatuh bangun itu daripada kita mengatakan mengampuni tetapi dibalik itu kita malah semakin membenci seseorang. Saya menghadirkan dua sosok kental yang menjadi kebanggan kita dalam urusan pengampunan ini yakni Paus Johanes Paulus II. Ia ditembak oleh Mehmet Ali Agca pada 13 Mei 1982.

Paus yang dikenal dengan tokoh damai dan kasih itu tidak menyimpan dendam. Dari hatinya yang tulus mengalir kasih pengampunan. Ia mengunjungi Ali Agca, memeluknya sebagai saudara. Paus memperlakukan orang yang “membenci” dan bahkan menembaknya sebagai “anaknya” yang baik. Yesus. Siapa yang meragukan komitmennya terhadap pengampunan. Hojatan, cacian, deraan, dan bahkan derita serta kematian tidak mampu menghalanginya untuk mengampuni. Keringat dan darah juga tidak kuasa menstopnya member kasih pengampunan. Maka dengan suara lantang ia berseru, “Bapa ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”

Maka harga sebuah pengampunan memang sangat mahal. Karena itulah barangkali kita mengatakan sulit untuk mengampuni. Tetapi justru karena mahal itulah, maka kita harus mengejar dan meraih nilai suatu pengampunan. Harga suatu pengampunan jelas tidak dibeli oleh materj, uang, harta, pangkat dan kedudukan apapun. Harga suatu pengampun dibeli dengan kasih, pengorbanan, kerendahan hati, persaudaraan dan kelemah lembutan.

Kalau pengampunan bisa dibeli dengan uang maka nilai suatu pengampunan terletak dari berapa banyak uang anda. Maka barangkali hanya orang berada mungkin yang bisa mengampuni sedangkan orang miskin dan tidak punya jauh dari situ. Namun pengampunan tidak dibeli dengan materi maka siapa pun punya potensi untuk mengampuni kalau ia mau, ingin berhasrat dan berjuang.

Kalau kita mengatakan sulit mengampuni, sekali lagi, itu adalah realita. Namun jangan katakana saya tidak mau mengampuni. Itu adalah justru sikap pembrontakan akan nilai kasih yang dicanangkan oleh iman dan agama kita. Kalau anda mengatakan tidak mau mengampuni berarti anda telah berdosa terhadap suara hatimu yang jelas mengajakmu untuk memaafkan dan mengampuni.

Mengampuni memang tanpa syarat (unconditionally). Kalau kita mau mengampuni memang kita harus berkommitmen dengan tulus dan ikhlas. Maka memang jangan katakan, hatiku mau mengampuni tetapi mulutku tidak. Saya memang berencana mau mengampuni tetapi setelah aku mengingat semua apa yang ia lakukan yang sungguh menyakitkan, saya jadi urung memaafkan. Ini menggambarkan dan melukiskan pengampunan itu tidak tulus. Ketika kita memelihara dengki, kebencian dan balas dendama, setan-setan akan bersukari. Tetapi kita mau mengampuni para malaikat akan menari dan bernyanyi riang.

Saudara-I terkasih dan teman-temanku, saya tidak mau mengajari anda bagaimana harus mengampuni orang lain. Saya hanya mau menandaskan sambil mengajak anda mengingat orang-orang lain, (suami- isteri, tetangga, teman ), janganlah bebani hatimu dengan bara dendam itu. Jangan juga isi perasaanmu degan dengki. Lepaskanlah dirimu dari penjara kebencian dan kedengkian. Geserlah itu dengan kasih, kesabaran, kerendahan hati. Kikislah itu dengan sebuah kata yang indah pengampunan. Kita memang tidak mampu melakukan ini sendirian. Ada Dia yang menjadi teladan kita dalam hal ini. Ada Roh Kudus yang menuntun kita dengan keinginan luhur ini. Kalau anda teringat dengan mereka yang menyakitimu, dan bersikap kasar, jangan terlalu focus dengan perbuatan mereka yang tidak baik, tetapi fokuslah akan dirimu dan tekadmu yang mau mengampuni dan memaafkan.

Natal ada pengampunan. Berangkat dari Cinta Allah yang besar akan dunia ini sehingga, Ia mengaruniakan PuteraNya yang tunggal (Yohanes 3:16). Yesus adalah jaminan pengampunan sejti. Ia tidak memperhitungkan pelanggaran, dosa dan kelemahan kita. Ia tetap datang kendati dunia penuh dengan noda dosa. Ia tetap lahir kendati hati kita berlumur nista. Apakah kita masih tetap bercokol dengan kebencian dan kemarahan, sehingga pengampunan dan maaf itu tidak terwujud? Apakah kita tetap menghiasi diri kita dengan amarah, sakit hati dan bara dendam menjelang natal ini?

 

 

sumber : facebook.com - Mempartanggung-jawabkan Iman Katolik

oleh : Yosafat Ivo Ofm Cap
  HARGA SEBUAH PENGAMPUNAN

 

0
Your rating: None


------------------------------------------------


Catholic Church of St. William the Hermit, Cathedral of Diocese of Laoag, Philippines
(FB : catholic church)

------------------------------------------------

Catholic Church of Our Lady Queen of the World, Sungai Durian, Diocese of Sintang, West Borneo
(FB : catholic church)

------------------------------------------------

Acara soft launching Katedral Pontianak yang menurut jadwal akan dilakukan pada hari Jumat tanggal 12 Desember 2014 diputuskan ditunda


 Mgr Subianto tahbiskan gereja tujuh gunungan atap yang pernah bermasalah. Karena rahmat Kristus, cinta kasih Allah, berkat karunia Roh Kudus, dan bantuan umat beriman di tempat lain, umat beriman Cikampek membangun gereja, bagaikan di padang gurun.
(courtesy :  " penakatolik com")

------------------------------------------------